PERANCANGAN MESIN PEMBUAT BRIKET BATUBARA SISTEM TEKAN
TIPE PISTON (RECIPROCATE)
Master
Theses from JBPTITBPP / 2014-06-17 13:26:47
Oleh : BUSTAMI IBRAHIM (NIM : 23108028); DosenPembimbing : Dr. Ir. I WayanSuweca, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2011, dengan 8 file
Oleh : BUSTAMI IBRAHIM (NIM : 23108028); DosenPembimbing : Dr. Ir. I WayanSuweca, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2011, dengan 8 file
Indonesia
memilikisumberdayabatubara yang
melimpahdanmerupakanpenghasilbatubaraterbesarkedua di Asia setelahRepublik
Rakyat China.Hal inimerupakan modal
dasardalampengembanganteknologibriketbatubara.Kondisitersebutbertolakbelakangdengankualitasbatubara
yang ada di Indonesia umumnyarendah, sehinggakalori yang dihasilkanrendah,
sedangkanbiayatransportasimenjaditinggi.Peningkatankualitasbatubaradenganteknologi
upgrading inisedangdikembangkanoleh ITB yang bekerjasamadengansalahsatuperusahaanswasta
yang bergerakdibidangpertambangan. Namundemikian, ternyatamesinpembuatbriket
yang sudahdikembangkan ITB (sistem roller press) memilikibeberapakelemahanyaitu
proses manufaktur&perakitanmembutuhkankepresisian yang tinggi, terjadi
backlash di bagian roll, briket yang
dihasilkankurangpadatdanefesiensipembriketanrendah. Dari kondisi di atas,
padatesisinidiberikanalternatifmesinbriketbatubara yang
dapatmeminimalisirkekurangan-kekurangantersebutdenganmenerapkansistemtekan
piston (reciprocate). Denganmenerapkanmetodeperancangan VDI 2222
dihasilkankonsepperancangan yang akandikembangkan. Selanjutnyadilakukananalisis
Design for Manufacturing and Assembly (DFMA)
padabeberapakonstruksipentinguntukdihasilkanhasilperancangan yang optimum.
Padatesisinitelahdihasilkansebuahrancanganmesinpembuatbriketbatubarasistemtekandengantipe
piston yang memilikidimensi 915x1215x1250 mm3 denganpenggerak motor AC berdaya
2,2 kW denganpereduksiputaran gearbox yang
menghasilkantigamekanismegerakpenekan-atas, penekan-bawahdan feeder system.
Padamesininijugadilengkapimekanismepengaturtekananpembriketan (adjuster) yang
terdapatpadabagianataspenekan-atas.Berdasarkan proses yang telahdilakukan,
makadapatdisimpulkanbahwasemuapersyaratanperancanganmesintelahterpenuhidandenganditerapkannyaanalisis
DFMA dapatdiprediksiterjadinyapenurunanbiayaproduksi yang cukupsignifikan yang
dilakukanpadatahapperancangan.
ANALISIS PENYUSUTAN LINEAR PORCELAIN BODY TILE :
PERBANDINGAN VARIASI SODIUM FELDSPAR DAN POTASSIUM FELDSPAR
Undergraduate
Theses from JBPTITBPP / 2009-03-05 11:52:14
Oleh : RADEN HADI SUBROTO WILOKISWORO (NIM 13703023), S1 - Material Engineering Study Programme
Dibuat : 2008, dengan 7 file
Sintering
merupakan proses yang sangatpentingdalampembuatan porcelain body tile,
karenamenjadikanproduk yang dihasilkanmenjadilebihkuat, porositasberkurang,
danterjadinyapenyusutan. Penyusutanpada porcelain body tile
padadasarnyamerupakanbentukperpindahanmassa yang
memerlukanpengontrolanuntukmenjagakeseragamantoleransigeometriproduk yang
dihasilkan. Denganmengetahuimekanismeperpindahanmassaselama sintering porcelain
body tile, makadapatdilakukanpengontrolanterhadappenyusutanlinearnya.Oleh : RADEN HADI SUBROTO WILOKISWORO (NIM 13703023), S1 - Material Engineering Study Programme
Dibuat : 2008, dengan 7 file
Dalampenelitianini porcelain body tile dibuatmenggunakan Na-feldspar danKfeldspar. Pembuatan porcelain body tile didahuluioleh proses preparasiserbuk yang dilanjutkandengan proses kompaksiserbukmenggunakanmesinkompaksiuniaksial. Hasilkompaksiselanjutnyadikeringkandalam oven, kemudiandibakardenganvariasitemperatur sintering (1050oC, 1100oC, 1150oC, dan 1200oC) danwaktu sintering (60 menit, 90 menit, dan 120 menit).Setelahdibakardalamtungku, porcelain body tile diukurpenyusutanlinearnyamenggunakan digital caliper.Analisispenyusutan linear porcelain body tile berisiperbandinganpenyusutan linear yang terjadipada Na-porcelain body tile dan K-porcelain body tile; jenismekanismeperpindahanmassaselama sintering porcelain body tile; pengaruhtemperatur sintering, danwaktu sintering terhadappenyusutanlinearnya.
Berdasarkanhasilpenelitiandiperolehinformasibahwa loss on ignition yang terjadiselama sintering adalah (6-8%).Penyusutan linear maksimumpada porcelain body tile adalah 8%. Denganmeningkatnyakomposisi feldspar, temperaturpembakaran, danwaktu sintering makapenyusutan linear porcelain body tile akanmengalamipeningkatan pula. Padakomposisi feldspar, temperatur sintering, danwaktu sintering yang sama, penyusutan linear K-porcelain body tile lebihbesardibandingkanNaporcelain body tile. Mekanismeperpindahanmassa yang terjadipada Na-porcelain body tile adalahevaporasikondensasi, difusipermukaan, dandifusikisipadabatasbutiran. Mekanismeperpindahanmassa yang terjadipada K-porcelain body tile adalahevaporasikondensasi, difusibatasbutiran, dandifusikisipadabatasbutiran.
PENYUSUNAN PENJADWALAN PEMELIHARAAN TRANSMISI
TERINTEGRASI DENGAN PEMELIHARAAN PEMBANGKIT YANG BERBASIS PADA EVALUASI NILAI
KEANDALAN TITIK BEBAN (LOAD POINT INDEX)
Undergraduate
Theses from JBPTITBPP / 2014-08-11 13:59:08
Oleh : JULIUS PERDI SITUMORANG (NIM : 13205021); Pembimbing : Dr. Ir. Muhammad Nurdin; Dr.Ir. NanangHaryanto, S1 - Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 fileAdaduakriteriautama yang umum yang diinginkanolehmasyarakatpenggunalistrikyaituhargalistrik yang murahdanketersediaanlistrik yang terusmenerus. Hal inilah yang jugaterusdiperjuangkanolehparapenyedialistrikbaik
itudaripihakpembangkitanmaupunpenyediasaluranataujaringantransmisilistrik.Akan tetapiadabatasankinerjadarikomponensistemtenaga.Generator dansalurantransmisitidakbisabekerjaseumurhidup.Generator yang merupakansuatusistemmesintidakdapatberoperasiselamanyatanpaadapemeliharaan yang cukup.Transmisijugamemilikikapasitaskerjasendiri.Dengandemikian, ada
kalanyasuatu generator ataupunsaluranmemilikiwaktu off khususnyapadasaatpemeliharaanperalatan yang ada.Ketersediaandanketidaktersediaansuplailistrikterhadapkonsumeninimerupakansuatunilaikeandalansistem.Salah satubentukdaripengupayaankeandalansistem yang baikadalahdenganadanyapenjadwalanpemeliharaanpembangkitdanjugasaluran, ataudenganmemperbaikisistemproteksi yang ada.
Tugasakhirinimembahastentangpengupayaanpenjadwalanpemeliharaanpembangkit yang ditambahkankontingensisatusalurantransmisidenganmelihatperubahannilaikeandalan.Perubahannilaikeandalanditentukandenganmenggunakannilaititikbeban.Nilaikeandalan yang menjadibatasannyaadalahbesarPerkiraanEnergiTidakTersuplai (EENS), frekuensikemungkinankegagalan, dan lama kegagalan.
Kasus yang diangkatadalahpenambahankontingensisatusalurantransmisiuntuksetiapminggupemeliharaanpembangkit yang sudahadasebelumnyapadasistem IEEE RTS 1979 24 Bus.
Oleh : JULIUS PERDI SITUMORANG (NIM : 13205021); Pembimbing : Dr. Ir. Muhammad Nurdin; Dr.Ir. NanangHaryanto, S1 - Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 fileAdaduakriteriautama yang umum yang diinginkanolehmasyarakatpenggunalistrikyaituhargalistrik yang murahdanketersediaanlistrik yang terusmenerus. Hal inilah yang jugaterusdiperjuangkanolehparapenyedialistrikbaik
itudaripihakpembangkitanmaupunpenyediasaluranataujaringantransmisilistrik.Akan tetapiadabatasankinerjadarikomponensistemtenaga.Generator dansalurantransmisitidakbisabekerjaseumurhidup.Generator yang merupakansuatusistemmesintidakdapatberoperasiselamanyatanpaadapemeliharaan yang cukup.Transmisijugamemilikikapasitaskerjasendiri.Dengandemikian, ada
kalanyasuatu generator ataupunsaluranmemilikiwaktu off khususnyapadasaatpemeliharaanperalatan yang ada.Ketersediaandanketidaktersediaansuplailistrikterhadapkonsumeninimerupakansuatunilaikeandalansistem.Salah satubentukdaripengupayaankeandalansistem yang baikadalahdenganadanyapenjadwalanpemeliharaanpembangkitdanjugasaluran, ataudenganmemperbaikisistemproteksi yang ada.
Tugasakhirinimembahastentangpengupayaanpenjadwalanpemeliharaanpembangkit yang ditambahkankontingensisatusalurantransmisidenganmelihatperubahannilaikeandalan.Perubahannilaikeandalanditentukandenganmenggunakannilaititikbeban.Nilaikeandalan yang menjadibatasannyaadalahbesarPerkiraanEnergiTidakTersuplai (EENS), frekuensikemungkinankegagalan, dan lama kegagalan.
Kasus yang diangkatadalahpenambahankontingensisatusalurantransmisiuntuksetiapminggupemeliharaanpembangkit yang sudahadasebelumnyapadasistem IEEE RTS 1979 24 Bus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar