TRANSLATE

Senin, 29 September 2014


PERENCANAAN DAN ANALISA TEGANGAN PADA KOPLING RAILBUS DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
DESIGN AND STRESS ANALYSIS OF THE RAILBUS`S COUPLING USING FINITE ELEMENT METHOD
Sebuah konsep baru di bidang transportasi, saat ini sedang dikembangkan di Indonesia. Konsep baru ini berupa Railbus, dimana proses pembuatannya dilakukan oleh PT. INKA. Salah satu komponen penting dari railbus tersebut adalah kopling yang saat ini sedang dalam proses perencanaan.
 Kopling ini merupakan suatu komponen yang berfungsi untuk menghubungkan dua buah poros, dalam kasus ini adalah poros Engine dan Alternator dengan tujuan untuk mentransfer daya. Karena kopling ini mendukung beban akibat torsi engine, maka desain kopling harus kuat. Untuk mengetahui kekuatan kopling guna memenuhi faktor – faktor keamanan, diperlukan suatu analisa mengenai tegangan.
 Salah satu metode analisa tersebut adalah dengan Metode Elemen Hingga melalui Program ANSYS. Dari analisa tegangan tersebut akan diperoleh besar serta lokasi tegangan kritis pada kopling. Distribusi tegangan yang didapatkan digunakan sebagai dasar untuk menentukan tebal minimum bagian web kopling yang masih dalam batas aman. Untuk menjaga keamanannya, maka besar tegangan maksimum yang terjadi pada kopling tidak boleh melewati besar tegangan ijin material.

PENGARUH MODIFIKASI PENGGUNAAN DUA BUSI TERHADAP UNJUK KERJA MESIN BENSIN HONDA KARISMA 125 PUTARAN BERUBAH
EFFECT OF DUAL SPARK PLUG MODIFICATION ON PERFORMANCE OF VARIABLE SPEED SPARK IGNITION ENGINE HONDA KARISMA 125
Selama proses pembakaran pada daerah yang jauh dari busi, sebagai sumber api, terdapat campuran bahan bakar dan udara yang terlambat dibakar oleh dinding api sehingga menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna. Salah satu cara untuk memperbaiki unjuk kerja mesin adalah memperbaiki kualitas pembakaran yang terjadi di dalam ruang bakar dengan menggunakan dua busi.
 Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dua busi terhadap unjuk kerja mesin bensin 4 langkah putaran berubah. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Bahan Bakar dan Motor Pembakaran Dalam FTI-ITS, dengan membandingkan unjuk kerja mesin bensin 4 langkah 1 silinder Honda Karisma 125 menggunakan satu busi pada kondisi standar dengan menggunakan dua busi yang diletakkan pada kepala silinder yang sama. Sistem pengapian untuk satu busi dan dua busi menggunakan dual spark plug ignition coil.
 Pengujian dilakukan dengan kecepatan berubah, wide open throttle (wot) dan menggunakan water brake dynamometer. Pengujian dengan menggunakan dua busi menghasilkan perbaikan unjuk kerja jika dibandingkan dengan kondisi standard. Perbaikan unjuk kerja yang terjadi berupa kenaikan torsi sebesar 8,15 %, daya sebesar 8,16 %, bmep sebesar 8,15 %, sfc turun sebesar 7,82 % dan effisiensi thermis naik sebesar 8,52 %. Untuk emisi gas buang CO turun sebesar 25,68 % dan HC turun sebesar 21,86 %. 

STUDI EKSPERIMEN PERBANDINGAN UNJUK KERJA ENGINE 4 LANGKAH MENGGUNAKAN BUSI STANDAR DAN RACING PADA PERBEDAAN RASIO KOMPRESI (CR) DAN AIR-FUEL RATIO (λ)
EXPERIMENTAL STUDY ON COMPARISON OF FOUR STROKE ENGINE PERFORMANCE USING STANDART AND RACING SPARK PLUGS AT LIGHT AND HEAVY DUTY ENGINE CONDITION
Proses pembakaran campuran bahan bakar dengan udara di dalam ruang bakar pada Spark Ignition Engine memerlukan adanya suatu alat penyala, yaitu busi. Busi sendiri telah mengalami perkembangan yang pesat dengan semakin banyaknya varian busi yang masing-masing mempunyai keunggulan, tergantung pada material elektroda, jenis elektroda, dan variasi celah elektroda yang di rancang oleh produsen busi.     
 Atas dasar alasan tersebut diatas maka timbul suatu keinginan untuk mengetahui sampai sejauh mana pengaruh tipe-tipe busi terhadap unjuk kerja motor bensin 4 langkah, yaitu dengan menggunakan motor uji Mahator 107 cc. Percobaan yang dilakukan adalah dengan membandingkan pengaruh penggunaan busi standar dan busi racing pada beban motor yang berbeda, yaitu pada kondisi beban motor yang ringan (light duty) dan pada beban motor yang berat (heavy duty).
Dari pengujian didapatkan, bahwa penggunaan busi racing pada kondisi pengujian beban motor yang ringan menghasilkan peningkatan unjuk kerja yang tidak signifikan dibandingkan dengan busi standarnya. Sedangkan penggunaan busi racing pada kondisi beban motor yang berat , mampu menghasilkan peningkatan daya sebesar 28,16 %, torsi dan Bmep sebesar 27,69 %, efisiensi sebesar 13,21 %, dan penurunan sfc sebesar 10,15 %.

Pengertian LAN,MAN, DAN INTERNET



                         Pengertian LAN,MAN, DAN INTERNET
LAN
                  Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat Selain teknologi Ethernet, (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot. Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.

MAN
                   Metropolitan area network atau disingkat dengan MAN. Suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepaMetropolitan area network atau disingkat dengan MAN. Suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.

INTERNET
               Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.

Sabtu, 20 September 2014

CARA MENGUBAH TAMPILAN BLOG



CARA MENGUBAH TAMPILAN BLOG

Pertama-tama sebelum kita mengubah tampilan blog anda harus membuka tampilan blog anda sendiri. lalu anda akan masuk kedalam blog anda sendiri lalu ada tulisan “TATA LETAK”. Lalu akan muncul kotak “FAVICON,NAVBAR”. Lalu anda pilih “EDIT” di bagian pojok kanan bawah. jika anda ingin edit “HEADER” anda klik “EDIT” akan muncul window baru dan silahkan anda edit susaka keinginan anda.

Jika anda ingin menambah aplikasi anda klik  “TAMBAH GADGET” lalu pilih aplikasi yang ingin anda tambahkan. Lalu jika anda ingin menambahkan gadget anda bisa menambahnya dengan klik “TAMBAH GADGET” yang berwarna biru. Fungsi itu untuk dipajang ketika visitor mengunjungi blog anda. Ketika menurut anda tampilan posting anda kurang memuaskan anda bisa edit sesuai dengan keinginan anda. Jika anda ingin mengubah background anda cukup klik “NAVBAR” untuk mengubah background anda.

Jika anda ingin mengubah judul dari blog anda klik “MENGENAI SAYA” dan akan muncul window baru klik “SIMPAN”. jika anda ingin merubah template anda,klik “TEMPLATE” dan akan muncul gambar-gambar seperti walpaper. Kita pilih salah satu gambar sesuai apa yang anda inginkan. Setelah anda memilih salah satu gambar tersebut lalu kita klik kiri gambar tersebut lalu klik tulisan “TERAPKAN PADA BLOG” . dan itulah cara-cara mengubah tampilan blog

SELAMAT MENCOBA

Jumat, 19 September 2014

ANALISIS PELUANG DAN STRATEGI PEMASARAN PESAWAT TERBANG N250-100 PT. INDUSTRI PESAWAT TERBANG NUSANTARA



ANALISIS PELUANG DAN STRATEGI PEMASARAN
PESAWAT TERBANG N250-100 PT. INDUSTRI PESAWAT TERBANG NUSANTARA

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-03-14 18:12:40
Oleh : Abdul Mudjib, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1994-00-00, dengan 1 file

IPTN adalah satu-satunya Industri Pesawat Terbang milik Negara Indonesia. Produksi pesawat N250 bertujuan untuk meraih keunggulan dalam bidang dirgantara khususnya pesawat komuter/regional berkapasitas sampai dengan 70 tempat duduk yang mampu terbang pada kecepatan subsonik. IPTN sampai tahun 2012 mentargetkan untuk N250 dapat mencapai pangsa pasar 11% dengan perincian 163 untuk pasar domestik dan 352 untuk pasar luar negeri. Studi lapangan ini melakukan analisis peluang untuk mengetahui potensi pasar N250 dengan tinjauan aspek supply and demand dan aspek peluang keanekaragaman produk N250 dibanding pesaing-pesaingnya.

 Berdasarkan hasil peramalan kebutuhan pesawat terbang segmen tempat duduk 46 70 seater (katagori III) dibutuhkan sampai tahun 2012 adalah 4652 pesawat. Hasil perhitungan kemampuan produksi industri pesawat terbang pesaing N250 keseluruhan adalah 4392, sehingga terdapat potensi pasar hanya 260 pesawat dari 515 pesawat yang direncanakan. Tinjauan analisis peluang keaneka-ragaman produk, N250 mempunyai keunggulan kompetitif dengan sistem kemudi Fly By Wire dan kombinasi high speed dan wide body, sehingga N250 masih mempunyai celah-celah kosong yang bisa dimasuki. Studi ini juga mengkaji pengembangan strategi pemasaran tiga peringkat : "Corpotare level", "Strategic Business Unit level" dan "Functional level".   pada peringkat korporasi menghasilkan matrix perencanaan berdasarkan analisis SWOT yang memperlihatkan secara relatif dan kualitatif bahwa ancaman (threats) dan kelemahan (weaks) lebih kuat dorongannya dari pada peluang (opportunities) dan kekuatan (strenghts), hal ini akan membawa dampak terhadap laju perkembangan dan percepatan IPTN secara Internasional. Kajian pada peringkat SBU menghasilkan "strategi generik" dengan tiga strategi: kepeloporan harga diantara pesaing-pesaingnya yakni dengan harga US$ 210.900 pesawat per seatnya, diferensiasi dengan Fly By Wire, dan fokus dengan pelayanan kepada customer pemerintah dan non commersial operator dengan versi VIP; analisis "where to compete" menghasilkan prioritas wilayah yakni wilaya Asia-Pasifik, Wilayah Timur Tengah, Wilayah Amerika Utara, Wilayah Afrika, Wilayah Amerika Latin dan Wilayah Eropa;

 analisis "when to compete" memperlihatkan kapan harus memasarkan N250 sebanyak 352 ke pasaran internasional yakni pada tahun 1998 sudah harus mampu menjual 4 pesawat ke luar negeri dan mulai tahun 2005 harus mampu menjual ke luar negeri sebanyak 16 pesawat per tahunnya; "strategi keunggulan kompetitif' memaparkan sistem bisnis atau rangkaian aktivitas dalam persaingan penjualan pesawat terbang yang memperlihatkan bahwa IPTN unggul didesain produk sedangkan diaktivitas pemasaran masih sangat lemah; dan pangsa pasar kecil (nicher) atau "strategi nicher" menghasilkan : geographic specialist yang menyarankan untuk menjual pesawat N250 pada wilayah Asia-Pasifik, wilayah Timur Tengah dan wilayah Amerika Utara, product-feature specialist menghasilkan N250 dengan daya tarik khusus yang berupa kemudi Fly By Wire, dan customer-size specialist melayani customer pemerintah (militer) dengan pesawat CN235. Kajian pada peringkat Functional menghasilkan profil strategi pemasaran bagi pesawat terbang N250 sesuai kelompok customernya (airlines, goverment, dan Non-commercial operator).

PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN FAN ROTOR KOAKSIAL DALAM SALURAN UNTUK PESAWAT TANPA AWAK



PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN FAN ROTOR KOAKSIAL DALAM SALURAN UNTUK PESAWAT TANPA AWAK

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-02 13:06:01
Oleh : RANDI GUSTO JIWINANGUN (NIM 13103102), S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Proses dalam pengambilan foto udara menggunakan pesawat tanpa awak di daerah pedalaman atau daerah terpencil kadang menghadapi hambatan dalam mencari cara untuk bisa tinggal landas dan mendarat. VTOL (vertical take off and landing) adalah salah satu solusi paling praktis untuk menghadapi hambatan ini. Salah satu permasalahan lain yang terjadi pada pesawat tanpa awak rotor tunggal adalah kecenderungan untuk berputar dengan arah berlawanan terhadap rotor ketika berada di udara. 

Selain itu masih ada masalah berkurangnya thrust ketika propeler berputar dalam udara terbuka. Namun, hal ini dapat diatasi dengan menambahkan sistem saluran yang menyelimuti propeler ketika berputar. Sehingga pesawat tanpa awak menjadi lebih handal untuk menghadapi kondisi apapun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik Fan Rotor Koaksial dalam saluran dengan pengubahan jarak antar propeler dan karakterisitik Fan Rotor Koaksial dalam saluran dengan penambahan fin pada bagian aliran keluar saluran.

 Pengukuran propeler dengan metode reverse engineering teknik digital, simulasi dengan Computational Fluid Dynamics (CFD), dan pengujian dengan alat uji menggunakan load cell sebanyak 8 buah yang datanya disimpan dan ditampilkan oleh komputer. Karakteristik thrust dan yaw pada Fan Rotor Koaksial Dalam Saluran adalah kenaikan jarak antar propeler memperlihatkan kecenderungan kenaikan besar thrust dan penurunan besar momen. Untuk karakteristik pitch dan guling, besar kenaikannya sesuai dengan kenaikan besar sudut fin dan arahnya sesuai dengan arah dari pergerakan sudut fin.

Studi Karakteristik Kopling Plat Gesek Tunggal Pada Kondisi Transient



Studi Karakteristik Kopling Plat Gesek Tunggal Pada Kondisi Transient

Publication from JBPTITBPP / 2008-11-05 11:54:44
Oleh : Joni Dewanto , Fransiskus Jeffry Budiman, Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008-11-05, dengan 1 file

Pada kondisi transient kedua plat gesek kopling belum menempel sepenuhnya sehingga pemindahan daya terjadi karena gaya gesek kinetik. Gaya ini berubah tergantung dari normal dan koefisien gaseknya. Kopling sering dioperasikan pada kondisi transien untuk menjaga laju  dan tenaga kendaraan karena dalam kondisi ini putaran mesin dapat ditingkatkan. 

Studi tentang karekteristik tersebut dilakukan dengan membuat sebuah kajian teoritik dan eksperimen dan menggunakan model uji sebuah kopling gesek plat tunggal. Variabel pengujian meliputi beban, kecepatan putar dan gaya normal penekanan.

 Hasil kajian ini menunjukkan bahwa terjadi kenaikan torsi dan daya secara linear pada kecepatan putar relatif yang makin tinggi. Hal ini disebabkan karena makin tingginya kecepatan akan menimbulkan panas yang makin tinggi pada plat gesek sehingga besarnya koefisien gesek meningkat.