TRANSLATE

Jumat, 19 September 2014

ANALISIS PELUANG DAN STRATEGI PEMASARAN PESAWAT TERBANG N250-100 PT. INDUSTRI PESAWAT TERBANG NUSANTARA



ANALISIS PELUANG DAN STRATEGI PEMASARAN
PESAWAT TERBANG N250-100 PT. INDUSTRI PESAWAT TERBANG NUSANTARA

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-03-14 18:12:40
Oleh : Abdul Mudjib, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1994-00-00, dengan 1 file

IPTN adalah satu-satunya Industri Pesawat Terbang milik Negara Indonesia. Produksi pesawat N250 bertujuan untuk meraih keunggulan dalam bidang dirgantara khususnya pesawat komuter/regional berkapasitas sampai dengan 70 tempat duduk yang mampu terbang pada kecepatan subsonik. IPTN sampai tahun 2012 mentargetkan untuk N250 dapat mencapai pangsa pasar 11% dengan perincian 163 untuk pasar domestik dan 352 untuk pasar luar negeri. Studi lapangan ini melakukan analisis peluang untuk mengetahui potensi pasar N250 dengan tinjauan aspek supply and demand dan aspek peluang keanekaragaman produk N250 dibanding pesaing-pesaingnya.

 Berdasarkan hasil peramalan kebutuhan pesawat terbang segmen tempat duduk 46 70 seater (katagori III) dibutuhkan sampai tahun 2012 adalah 4652 pesawat. Hasil perhitungan kemampuan produksi industri pesawat terbang pesaing N250 keseluruhan adalah 4392, sehingga terdapat potensi pasar hanya 260 pesawat dari 515 pesawat yang direncanakan. Tinjauan analisis peluang keaneka-ragaman produk, N250 mempunyai keunggulan kompetitif dengan sistem kemudi Fly By Wire dan kombinasi high speed dan wide body, sehingga N250 masih mempunyai celah-celah kosong yang bisa dimasuki. Studi ini juga mengkaji pengembangan strategi pemasaran tiga peringkat : "Corpotare level", "Strategic Business Unit level" dan "Functional level".   pada peringkat korporasi menghasilkan matrix perencanaan berdasarkan analisis SWOT yang memperlihatkan secara relatif dan kualitatif bahwa ancaman (threats) dan kelemahan (weaks) lebih kuat dorongannya dari pada peluang (opportunities) dan kekuatan (strenghts), hal ini akan membawa dampak terhadap laju perkembangan dan percepatan IPTN secara Internasional. Kajian pada peringkat SBU menghasilkan "strategi generik" dengan tiga strategi: kepeloporan harga diantara pesaing-pesaingnya yakni dengan harga US$ 210.900 pesawat per seatnya, diferensiasi dengan Fly By Wire, dan fokus dengan pelayanan kepada customer pemerintah dan non commersial operator dengan versi VIP; analisis "where to compete" menghasilkan prioritas wilayah yakni wilaya Asia-Pasifik, Wilayah Timur Tengah, Wilayah Amerika Utara, Wilayah Afrika, Wilayah Amerika Latin dan Wilayah Eropa;

 analisis "when to compete" memperlihatkan kapan harus memasarkan N250 sebanyak 352 ke pasaran internasional yakni pada tahun 1998 sudah harus mampu menjual 4 pesawat ke luar negeri dan mulai tahun 2005 harus mampu menjual ke luar negeri sebanyak 16 pesawat per tahunnya; "strategi keunggulan kompetitif' memaparkan sistem bisnis atau rangkaian aktivitas dalam persaingan penjualan pesawat terbang yang memperlihatkan bahwa IPTN unggul didesain produk sedangkan diaktivitas pemasaran masih sangat lemah; dan pangsa pasar kecil (nicher) atau "strategi nicher" menghasilkan : geographic specialist yang menyarankan untuk menjual pesawat N250 pada wilayah Asia-Pasifik, wilayah Timur Tengah dan wilayah Amerika Utara, product-feature specialist menghasilkan N250 dengan daya tarik khusus yang berupa kemudi Fly By Wire, dan customer-size specialist melayani customer pemerintah (militer) dengan pesawat CN235. Kajian pada peringkat Functional menghasilkan profil strategi pemasaran bagi pesawat terbang N250 sesuai kelompok customernya (airlines, goverment, dan Non-commercial operator).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar