ANALISIS PELUANG DAN STRATEGI PEMASARAN
PESAWAT TERBANG N250-100 PT. INDUSTRI PESAWAT TERBANG NUSANTARA
PESAWAT TERBANG N250-100 PT. INDUSTRI PESAWAT TERBANG NUSANTARA
Master
Theses from JBPTITBPP / 2007-03-14 18:12:40
Oleh : Abdul Mudjib, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1994-00-00, dengan 1 file
Oleh : Abdul Mudjib, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1994-00-00, dengan 1 file
IPTN adalah satu-satunya Industri Pesawat Terbang
milik Negara Indonesia. Produksi pesawat N250 bertujuan untuk meraih keunggulan
dalam bidang dirgantara khususnya pesawat komuter/regional berkapasitas sampai
dengan 70 tempat duduk yang mampu terbang pada kecepatan subsonik. IPTN sampai
tahun 2012 mentargetkan untuk N250 dapat mencapai pangsa pasar 11% dengan
perincian 163 untuk pasar domestik dan 352 untuk pasar luar negeri. Studi
lapangan ini melakukan analisis peluang untuk mengetahui potensi pasar N250
dengan tinjauan aspek supply and demand dan aspek peluang keanekaragaman produk
N250 dibanding pesaing-pesaingnya.
Berdasarkan hasil peramalan kebutuhan pesawat terbang
segmen tempat duduk 46 70 seater (katagori III) dibutuhkan sampai tahun 2012
adalah 4652 pesawat. Hasil perhitungan kemampuan produksi industri pesawat terbang
pesaing N250 keseluruhan adalah 4392, sehingga terdapat potensi pasar hanya 260
pesawat dari 515 pesawat yang direncanakan. Tinjauan analisis peluang
keaneka-ragaman produk, N250 mempunyai keunggulan kompetitif dengan sistem kemudi
Fly By Wire dan kombinasi high speed dan wide body, sehingga N250 masih
mempunyai celah-celah kosong yang bisa dimasuki. Studi ini juga mengkaji
pengembangan strategi pemasaran tiga peringkat : "Corpotare level",
"Strategic Business Unit level" dan "Functional level". pada
peringkat korporasi menghasilkan matrix perencanaan berdasarkan analisis SWOT
yang memperlihatkan secara relatif dan kualitatif bahwa ancaman (threats) dan
kelemahan (weaks) lebih kuat dorongannya dari pada peluang (opportunities) dan
kekuatan (strenghts), hal ini akan membawa dampak terhadap laju perkembangan dan
percepatan IPTN secara Internasional. Kajian pada peringkat SBU menghasilkan
"strategi generik" dengan tiga strategi: kepeloporan harga diantara
pesaing-pesaingnya yakni dengan harga US$ 210.900 pesawat per seatnya,
diferensiasi dengan Fly By Wire, dan fokus dengan pelayanan kepada customer
pemerintah dan non commersial operator dengan versi VIP; analisis "where
to compete" menghasilkan prioritas wilayah yakni wilaya Asia-Pasifik,
Wilayah Timur Tengah, Wilayah Amerika Utara, Wilayah Afrika, Wilayah Amerika
Latin dan Wilayah Eropa;
analisis "when to compete"
memperlihatkan kapan harus memasarkan N250 sebanyak 352 ke pasaran
internasional yakni pada tahun 1998 sudah harus mampu menjual 4 pesawat ke luar
negeri dan mulai tahun 2005 harus mampu menjual ke luar negeri sebanyak 16 pesawat
per tahunnya; "strategi keunggulan kompetitif' memaparkan sistem bisnis
atau rangkaian aktivitas dalam persaingan penjualan pesawat terbang yang
memperlihatkan bahwa IPTN unggul didesain produk sedangkan diaktivitas
pemasaran masih sangat lemah; dan pangsa pasar kecil (nicher) atau
"strategi nicher" menghasilkan : geographic specialist yang
menyarankan untuk menjual pesawat N250 pada wilayah Asia-Pasifik, wilayah Timur
Tengah dan wilayah Amerika Utara, product-feature specialist menghasilkan N250
dengan daya tarik khusus yang berupa kemudi Fly By Wire, dan customer-size
specialist melayani customer pemerintah (militer) dengan pesawat CN235. Kajian
pada peringkat Functional menghasilkan profil strategi pemasaran bagi pesawat terbang
N250 sesuai kelompok customernya (airlines, goverment, dan Non-commercial
operator).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar