TRANSLATE

Minggu, 30 November 2014

PROTOTIPE SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA KERUSAKAN MESIN TURBOPROP CT7-9C



PROTOTIPE SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA KERUSAKAN MESIN TURBOPROP CT7-9C

Master Theses from JBPTITBPP / 2012-06-19 11:55:06
Oleh : Wahyudi (NIM : 233 94 020), S2 - Instrumentation and Control
Dibuat : 1997-04-00, dengan 7 file

Pada penelitian ini dikembangkan prototipe sistem pakar untuk diagnosa kerusakan mesin turboprop CT7-9C. Penelitian dilakukan di Universal Maintenance Center PT. IPTN. Mesin turboprop CT7-9C biasa digunakan sebagai tenaga pendorong pesawat jenis komuter seperti CN235-100. Diagnosa kerusakan mesin turboprop CT7-9C terdiri dari dua jenis pengujian yaitu pengujian fungsionil (fuctional test) dan pengujian kinerja (performance test). Pengujian mesin ini bertujuan agar mesin dapat beroperasi sebagaimana mestinya dan dalam kondisi man, artinya mesin dapat menghasilkan daya yang dikehendaki dengan suhu masukan turbin daya (T45) yang diperbolehkan. Pengujian fungsionil terdiri dari 13 bagian kasus pengujian yang akan didiagnosa, sedang pengujian kinerja memerlukan 11 data mesin yang selanjutnya dipergunakan untuk mengetahui apakah terjadi kerusakan pada bagian kompresor, bagian panas, dan bagian turbin daya. Diagnosa kerusakan akan berakhir jika mesin sudah dalam kondisi baik, yaitu jika T45 margin diatas 30 derajat C atau untuk pekerjaan kecil (minor work scope) adalah antara 20 derajat C sampai dengan 30 derajat C .



Implementasi program menggunakan perangkat pengembangan sistem pakar INSIGHT 2+. Sistem pakar yang dikembangan terdiri dari 357 kaidah produksi dan 975 fakta. Pengujian kinerja dilakukan dengan menentukan letak kesebelas data mesin terhadap 12 grafik acuan yang telah ditentukan oleh pakar. Posisi data mesin terhadap grafik juga digunakan sebagai nilai keyakinan (confidence factor) dari kesimpulan yang ditemukan. Untuk mengatasi keterbatasan memori yang disediakan INSIGHT 2+, maka dalam pembuatan program, sistem pakar ini dibagi menjadi dua bagian yaitu ujiutama.prl dan kinerja.prl yang dengan sharedchain, kinerja.prl dapat digabung ke dalam ujiutama.prl.



Penelitian ini bertujuan untuk membantu para teknisi dalam melakukan tugas perawatan mesin turboprop CT7-9C di UMC PT. IPTN Bandung, terutama untuk efisiensi kerja, keterbatasan pakar yang ada, dan mengurangi kemungkinan kesalahan manusia (human error) dalam proses pendiagnosaan. Sistem pakar ini dibuat terbuka sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penambahan keahlian pars pakar. Untuk pengembangan lebih lanjut disarankan untuk menggabung file program pada test cell ke dalam sistem pakar ini, sehingga pada pengujian kinerja bersifat on-line dimana teknisi tidak perlu memasukkan data secara manual.

DESIGN OF UNWINDER OF PLASTIC EXTRUSION- LAMINATION MACHINE



DESIGN OF UNWINDER OF PLASTIC EXTRUSION- LAMINATION MACHINE

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-04-29 10:42:49
Oleh : ANGGA WIRANATA (NIM : 13106027); Pembimbing : Ir. Ignatius Pulung Nurprasetio, MSME; Eka Febrian Sutanto, ST, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file

Mesin ekstrusi laminasi plastik merupakan mesin untuk menggabungkan beberapa lembaran plastik menjadi satu. Proses penggabungannya akan dibantu dengan plastik cair panas yang berfungsi sebagai perekat antara dua lapisan plastik. Mesin ekstrusi laminasi terdiri atas 4 (empat) bagian, yaitu unwinder, extruder, laminator, dan rewinder. Proses perancangan mesin ekstrusi laminasi ini dikerjakan oleh 4 (empat) orang dengan bantuan PT. Norita Flexindo sebagai perusahaan pengepakan yang hendak mengembangkan mesin ekstrusi laminasi. Bagian yang menjadi topik tugas sarjana ini adalah unwinder. Unwinder terletak di bagian awal mesin ekstrusi laminasi dan berfungsi untuk mengulur plastik dari gulungannya.

Beberapa kriteria yang diinginkan dari desain unwinder adalah mampu memuat gulungan plastik dengan diameter 1200 mm, lebar air shaft 1300 mm, memiliki 2 buah air shaft, dan menggunakan mekanisme turret. Dari berbagai kriteria tersebut, dibuatlah rancangan konstruksi mesin, yang dilengkapi analisis dengan menghitung gaya-gaya yang dialami komponen unwinder, pemilihan bantalan, perhitungan umur bantalan, pemilihan motor, dan pemilihan transmisi. Konstruksi mesin selanjutnya disusun menjadi gambar teknik lengkap dan rancangan proses manufaktur. Mengingat keterbatasan biaya, tempat, dan teknisi, rancangan unwinder ini tidak dilanjutkan hingga tahap pembuatan prototipe.

Sebagai rangkuman, di tugas sarjana ini telah berhasil diselesaikan rancangan konstruksi mesin, analisis, gambar teknik, dan rancangan proses manufaktur. Dengan demikian, jika PT. Norita Flexindo hendak membuat mesin ekstrusi laminasi plastik khususnya bagian unwinder, tugas sarjana ini dapat memberikan berbagai informasi yang diperlukan agar proses manufaktur berjalan lancar dan cepat.

KAJI EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN GANDA MESIN PENGKONDISIAN UDARA SEBAGAI PENDINGIN DAN PEMANAS AIR



KAJI EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN GANDA MESIN PENGKONDISIAN UDARA SEBAGAI PENDINGIN DAN PEMANAS AIR

Master Theses from JBPTITBPP / 2014-05-02 09:28:48
Oleh : IKA YULIYANI (NIM : 23108008); Pembimbing : Dr. Ir. Abdurrachum Halim; Dr. Ir Jooned Hendrasakti, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 6 file

Indonesia adalah salah satu negara yang beriklim tropis dengan udara yang panas dan tingkat kelembaban tinggi. Menurut data dari Badan Meteorologi dan Geofisika pada bulan Mei, Indonesia memiliki kondisi temperatur udara antara 23 oC sampai 36 oC dengan tingkat kelembaban (RH) antara 51 % sampai 98 % [lampiran B]. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk mendapatkan udara yang nyaman dan segar dengan menggunakan mesin pengkondisian udara. Kebutuhan akan kondisi udara yang segar dan adanya fasilitas air panas untuk keperluan mandi mendorong beberapa apartemen, hotel dan perumahan di sebagian kota besar untuk menyedikan mesin pengkondisian udara dan alat pemanas air. Tentu saja hal ini akan memperbesar dana atau biaya yang harus dikeluarkan. Usaha akan pemenuhan terhadap kebutuhan tersebut dan upaya untuk penghematan membuat beberapa peneliti mencari cara bagaimana menyediakan suatu mesin alternatif yang mempunyai fungsi ganda sebagai pendingin ruangan dan pemanas air

Teknologi pemanfaatan panas kondensor AC sudah lama dikembangkan, tetapi masih mempunyai banyak kelemahan seperti biaya yang tinggi dan mesin yang tidak handal. Di Teknik Mesin FTMD ITB upaya pemanfaatan panas kondensor untuk pemanasan air sudah lama dimulai, diantara oleh Jefri Sinaga (2000) telah membuat pemanas air yang dipasang secara parallel terhadap kondensor mesin pengkondisian udara dan A.O. Tanuwijaya (2009) telah membuat pemanas air yang dipasang seri terhadap kondensor. Tetapi penelitian terhadap pemanfaatan ganda pada mesin AC masih perlu dikembangkan karena masih banyak informasi yang belum diketahui seperti pengaruh penambahan unit pemanas air pada rangkaian mesin AC terhadap COP,konsumsi listrik, kinerja kompresor, temperatur evaporator dan keandalan mesin. Kajian pemanfaatan ganda mesin pengkondisian udara sebagai pendingin dan pemanas air ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik mesin pengkondisian udara seperti COP, konsumsi listrik, kinerja kompresor, temperatur evaporator dan keandalan mesin dari pengaruh penambahan unit pemanas air dengan menggunakan konfigurasi koil yang berbeda.

 Penelitian ini dimulai dengan pertama-tama adalah melakukan studi literatur untuk mempelajari makalah dan riset sebelumnya berkaitan dengan pemanfaatan panas dari kondensor mesin pengkondisian udara. Dari tahap ini diharapkan dapat informasi yang lengkap dan berguna untuk mencapai tujuan penelitian iniKedua, perencanaan proses pembuatan unit pemanas air yang akan digabungkan dengan mesin pengkondisian udara. Tujuan dari ini adalah untuk mendapatkan pemanas air yang optimum menyerap panas kondensor dari mesin pengkondisian udara. Pada penelitian ini menggunakan 3 konfigurasi koil penukar panas yang dipasangkan pada tangki pemanas air. pengujian terhadap mesin pengkondisian udara tanpa pemanas air dan pengujian terhadap pemanas air yang digabungkan dengan mesin pengkondisian udara (AWH). Pengujian dilakukan dengan pengatur.

Hasil UTS Mata Kuliah Komputer Semester 1

Iii hasil pemikiran saya dan seharusnya nilai saya tidak segitu karna ada teman saya yg nyontek ke saya jadi nilai saya di bagi menjadi 50 tp gpp ini hasil pemikiran sendiri ..

Jumat, 21 November 2014

DESIGN AND IMPLEMENTATION OF TURING LEARNING METHOD WITH CNC LATHE 3D SIMULATOR ET-242



DESIGN AND IMPLEMENTATION OF TURING LEARNING METHOD WITH CNC LATHE 3D SIMULATOR ET-242

Master Theses from JBPTITBPP / 2014-08-05 14:04:02
Oleh : ARIEF FAHROZY FEBRIANTO (NIM : 23208322); Pembimbing I : Dr. Ir. Arief Syaichu Rohman; Pembimbing II : Dr. Ir. Yoga Priyana, S2 - Electrical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file

Pendidikan kejuruan di bidang keahlian teknik mesin telah memasukkan mesin CNC sebagai salah satu materi pembelajaran yang harus ditempuh dalam kompetensi kejuruan. Kajian pada penggunaan metoda pembelajaran sangat diperlukan guna mengetahui efektifitas suatu metoda pembelajaran mesin CNC. Pada penulisan tesis ini akan dibahas perancangan metoda pembelajaran menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC ET-242.

Perancangan metoda pembelajaran simulator 3D mesin bubut CNC adalah sebagai berikut: melakukan studi literatur tentang Standar Kompetensi Kompetensi Dasar (SKKD) pada kurikulum keahlian teknik pemesinan SMK, analisis kebutuhan pembelajaran, dan menentukan metoda pembelajaran yang tepat dalam penggunaan simulator 3D mesin bubut CNC. Tahap selanjutnya adalah mengimplementasikan rancangan metoda pada pembelajaran, dengan hasil implementasi sebagai berikut: pre-test, metoda 1 dan evaluasinya, refleksi hasil sementara, metoda 2 dan evaluasinya. Metoda 1 menggunakan urutan pengenalan control panel kemudian pengenalan dan penggunaan parameter G-code maupun permesinan pada simulator, sedangkan metoda 2 adalah sebaliknya.

Hasil uji awal metoda pembelajaran pembubutan menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC menunjukkan bahwa rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa dari pre-test sampai dengan setelah penerapan metoda pembelajaran 1 adalah 20%. Sementara itu, rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa adalah 40% jika metoda 2 yang digunakan. Sedangkan rata-rata kemampuan siswa pada penggunaan metoda 2 adalah 12,5% lebih tinggi dibandingkan terhadap penggunaan metoda 1. Dari hasil data uji awal metoda pembelajaran pembubutan dengan simulator 3D mesin bubut CNC ET-24 disimpulkan, bahwa metoda yang tepat digunakan adalah metoda 2.

DESIGN OF REFRIGERATION MACHINE FOR 30 GROSS TONAGE FISHING BOAT



DESIGN OF REFRIGERATION MACHINE FOR 30 GROSS TONAGE FISHING BOAT

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-25 14:34:22
Oleh : PEBRI LISTIYANI (NIM : 13104087); Pembimbing Utama : Dr. Ir. Ari Darmawan Pasek, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 7 file

Penggunaan ice slurry sebagai medium pendingin produk perikanan untuk menggantikan medium es telah dikembangkan di beberapa negara. Dengan karakteristik yang berbeda dengan es konvensional, ice slurry terbukti lebih efektif dalam menjaga kualitas produk perikanan. Penelitian ini membahas mengenai perancangan mesin refrigerasi penghasil ice slurry untuk dapat diterapkan pada kapal penangkap ikan dengan kapasitas 30 Gross Tonage yang digunakan di Indonesia. Perancangan dilakukan terhadap

komponen utama mesin refrigerasi dengan menggunakan persamaan-persamaan termodinamika secara teoretik dan empirik. Dari perancangan yang dilakukan, diperoleh bahwa untuk memenuhi kebutuhan pendinginan pada kapal dengan kapasitas 30 GT, diperlukan mesin refrigerasi dengan kapasitas 5 ton refrigerasi (18 kW). Adapun sistem yang

digunakan adalah sistem bertingkat dengan refrigeran R-134a pada tingkat pertama dan R-507a pada tingkat kedua. Sistem tersebut terdiri atas tujuh komponen utama, yaitu kondensor tingkat pertama jenis shell and tubes dengan satu laluan shell dan satu laluan tube, evaporator tingkat kedua yang berperan sebagai ruang penghasil ice slurry, evaporator tingkat pertama jenis shell and tubes dengan satu laluan shell dan dua laluan tubes, dua buah kompresor yang masing-masing berkapasitas 4kW, dan pipa kapiler. Adapun dimensi dari komponen-komponen utama tersebut merupakan hasil akhir dari penelitian dalam tugas sarjana ini.