KAJI EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN GANDA
MESIN PENGKONDISIAN UDARA SEBAGAI PENDINGIN DAN PEMANAS AIR
Master Theses from JBPTITBPP / 2014-05-02
09:28:48
Oleh : IKA YULIYANI (NIM : 23108008); Pembimbing : Dr. Ir. Abdurrachum Halim; Dr. Ir Jooned Hendrasakti, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 6 file
Oleh : IKA YULIYANI (NIM : 23108008); Pembimbing : Dr. Ir. Abdurrachum Halim; Dr. Ir Jooned Hendrasakti, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 6 file
Indonesia adalah salah satu negara yang
beriklim tropis dengan udara yang panas dan tingkat kelembaban tinggi. Menurut
data dari Badan Meteorologi dan Geofisika pada bulan Mei, Indonesia memiliki
kondisi temperatur udara antara 23 oC sampai 36 oC dengan tingkat kelembaban
(RH) antara 51 % sampai 98 % [lampiran B]. Kondisi tersebut mendorong
masyarakat untuk mendapatkan udara yang nyaman dan segar dengan menggunakan mesin
pengkondisian udara. Kebutuhan akan kondisi udara yang segar dan adanya
fasilitas air panas untuk keperluan mandi mendorong beberapa apartemen, hotel
dan perumahan di sebagian kota besar untuk menyedikan mesin pengkondisian udara
dan alat pemanas air. Tentu saja hal ini akan memperbesar dana atau biaya yang
harus dikeluarkan. Usaha akan pemenuhan terhadap kebutuhan tersebut dan upaya
untuk penghematan membuat beberapa peneliti mencari cara bagaimana menyediakan
suatu mesin alternatif yang mempunyai fungsi ganda sebagai pendingin ruangan
dan pemanas air
Teknologi pemanfaatan panas kondensor AC
sudah lama dikembangkan, tetapi masih mempunyai banyak kelemahan seperti biaya
yang tinggi dan mesin yang tidak handal. Di Teknik Mesin FTMD ITB upaya pemanfaatan
panas kondensor untuk pemanasan air sudah lama dimulai, diantara oleh Jefri
Sinaga (2000) telah membuat pemanas air yang dipasang secara parallel terhadap
kondensor mesin pengkondisian udara dan A.O. Tanuwijaya (2009) telah membuat
pemanas air yang dipasang seri terhadap kondensor. Tetapi penelitian terhadap
pemanfaatan ganda pada mesin AC masih perlu dikembangkan karena masih banyak
informasi yang belum diketahui seperti pengaruh penambahan unit pemanas air
pada rangkaian mesin AC terhadap COP,konsumsi listrik, kinerja kompresor,
temperatur evaporator dan keandalan mesin. Kajian pemanfaatan ganda mesin
pengkondisian udara sebagai pendingin dan pemanas air ini bertujuan untuk
mendapatkan karakteristik mesin pengkondisian udara seperti COP, konsumsi listrik,
kinerja kompresor, temperatur evaporator dan keandalan mesin dari pengaruh
penambahan unit pemanas air dengan menggunakan konfigurasi koil yang berbeda.
Penelitian
ini dimulai dengan pertama-tama adalah melakukan studi literatur untuk
mempelajari makalah dan riset sebelumnya berkaitan dengan pemanfaatan panas
dari kondensor mesin pengkondisian udara. Dari tahap ini diharapkan dapat
informasi yang lengkap dan berguna untuk mencapai tujuan penelitian iniKedua,
perencanaan proses pembuatan unit pemanas air yang akan digabungkan dengan mesin
pengkondisian udara. Tujuan dari ini adalah untuk mendapatkan pemanas air yang
optimum menyerap panas kondensor dari mesin pengkondisian udara. Pada
penelitian ini menggunakan 3 konfigurasi koil penukar panas yang dipasangkan
pada tangki pemanas air. pengujian terhadap mesin pengkondisian udara tanpa
pemanas air dan pengujian terhadap pemanas air yang digabungkan dengan mesin
pengkondisian udara (AWH). Pengujian dilakukan dengan pengatur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar