TRANSLATE

Jumat, 05 Desember 2014

PEMBUATAN MODUL PENGUJIAN GEOMETRIS


PEMBUATAN MODUL PENGUJIAN GEOMETRIS MESIN FREIS BERDASARKAN STANDAR ISO DENGAN STUDI KASUS MESIN CNC VMC 250

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-05-14 14:53:53
Oleh : JULFIKAR NORIZKI (NIM : 13104056); Pembimbing 1 : Prof. Dr. Ir. Yatna Yuwana M.; Pembimbing 2 : Dr. Ir. Agung Wibowo, M, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 9 file

Mesin freis adalah mesin perkakas yang digunakan untuk memproses material dengan bentuk prismatik. Mesin freis dapat melakukan berbagai macam operasi pemotongan, seperti pembuatan roda gigi, pembuatan alur, planing, pembuatan lubang (drilling), diesinking, menghaluskan permukaan (facing), dan sebagainya. Karena banyaknya variasi pemotongan yang dapat dilakukan oleh mesin freis, maka mesin freis digolongkan sebagai salah satu mesin perkakas yang paling penting dan serba guna.

Dimensi akhir produk yang bisa dibuat oleh proses freis diharapkan memiliki ketelitian yang bisa memenuhi persyaratan yang diminta seperti yang dinyatakan pada toleransi geometriknya (dimensi, bentuk, posisi, dan kekasaran permukaan). Oleh karena itu, diperlukan suatu prosedur pengujian yang sistematis dan lengkap untuk mengetahui ketelitian dari mesin freis. Dari standar ISO 1984 (Test conditions for milling machines with table of fixed height with vertical spindle), diperoleh sembilan metode pengujian untuk mesin freis. Untuk menguji prosedur yang dibuat maka dilakukan studi kasus pada mesin CNC VMC 250.

Pada akhirnya diperoleh kesimpulan pertama dengan mengetahui apakah modul yang dibuat telah memenuhi standar dan dapat diaplikasikan saat pengujian mesin CNC VMC 250. Kemudian, diperoleh kesimpulan kedua untuk mengetahui ketelitian geometrik dari mesin CNC VMC 250 dengan cara membandingkan besarnya penyimpangan yang diperoleh saat pengujian terhadap toleransi geometris yang ditetapkan oleh standar ISO 1984. Akhir kata, diharapkan dari saran-saran yang diberikan pada tugas sarjana ini, dapat diaplikasikan dan dapat memperbaiki modul pengujian geometris mesin freis ini

PERANCANGAN, PEMBUATAN, DAN ANALISIS PEMESINAN DIES EMBOSSING UNTUK PENGAPLIKASIAN PADA MEDIA KULIT


PERANCANGAN, PEMBUATAN, DAN ANALISIS PEMESINAN DIES EMBOSSING UNTUK PENGAPLIKASIAN PADA MEDIA KULIT

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-04-04 15:11:18
Oleh : HERY PRAWIDIAN ALAMANDA (NIM : 13105094); Dosen Pembimbing 1 : Dr. Ir. Yatna Yuwana M.; Dosen Pembimbing 2 : Dr. Ir. Agung Wibowo, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file

Dies embossing merupakan suatu produk yang digunakan untuk menghasilkan relief 3 dimensi pada permukaan suatu media. Umumnya, dies embossing digunakan di dalam industri kulit untuk memberikan motif cetak timbul pada produk kerajinan

kulit yang dihasilkan. Proses perancangan dies embossing ini menggunakan software ArtCAM JewelSmith 9.0. Relief yang terdapat pada dies ini merupakan relief Ganesha ITB dengan relief teks Faculty of Mechanical and Aerospace Engineering, Bandung Institute of Technology yang memiliki kontur. Proses produksi dies embossing ini menggunakan mesin CNC milling 4 axis. Proses pemesinan ini menggunakan dua metode pemesinan yaitu raster dan offset. Parameter pemesinan yang digunakan berbeda untuk setiap reliefnya. Untuk relief Ganesha stepover yang digunakan 0.02–0.05 mm, dengan feedrate sebesar 3–5 mm/s. Untuk relief lingkaran, stepover yang digunakan 0.05 mm dengan feedrate sebesar 0.5

mm/s. Sedangkan pada relief teks, stepover yang digunakan 0.01–0.015 mm dengan feedrate sebesar 1.5–3 mm/s. Stepdown untuk keseluruhan relief ini adalah 0.1 mm dengan putaran spindel sebesar 20000 rpm. Dalam pengaplikasian pada media kulit, menggunakan kulit sapi yang memiliki ketebalan 1–1.2 mm. Pada pengaplikasian ini, didapatkan parameter embossing yang menghasilkan hasil cetak emboss yang baik dengan tekanan sebesar 140–150 bar, temperatur 150oC, dan waktu embossing selama 10–11 detik.

Penerapan Metode MIH Dalam Diagnosis Sumber Kesalahan Mesin Perkakas NC


Penerapan Metode MIH Dalam Diagnosis Sumber Kesalahan Mesin Perkakas NC.

Master Theses from / 2004-11-11 04:50:11
Oleh : Nasril, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2003-00-00, dengan 1 file

Berbagai teknologi baru telah dikembangkan pada mesin perkakas untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan produktivitas tinggi. Sebagai contoh: pengembangan teknologi yang berkaitan dengan metrologi mesin perkakas untuk industri dan pengguna =sin perkakas (pengujian kualitas, diagnosis sumber-sumber kesalahan dan (kompensasi). Pada penelitian ini telah berhasil dikembangkan suatu teknik baru untuk diagnosis sumber-sumber kesalahan mesin perkakas NC dengan metode Ballbar.

Teknik diagnosis sumber-sumber kesalahan mesin perkakas NC yang dikembangkan berdasarkan pada model Matriks Transformasi Homogen (MTH) pada gerakan interpolasi lingkaran. Pada penelitian ini telah dilakukan kajian teoritik sumber-sumber kesalahan mesin perkakas dengan model matriks transfonnasi homogen pada gerakan interpolasi lingkaran seperti: backlash, lateral play, kesalahan siklik, servo mismatch, kesalahan ketegaklurusan, kesalahan kelurusan dan scale mismatch.

Teknik diagnosis sumber-sumber kesalahan mesin perkakas dengan model matriks transformasi homogen yang dikembangkan ini memiliki kelebihan yaitu dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan merumuskan kesalahan-kesalahan tersebut dalam bentuk persamaan matriks transformasi homogen. Dalam pemlitian ini dilakukan penerapan teknik diagnosis yang telah dikembangkan pada data hasil pengukuran ketelitian beberapa mesin perkakas dengan menggunakan beberapa metode atau model seperti software Renishaw, metode Kuadran dan model Matriks Transformasi Homogen.

Minggu, 30 November 2014

PROTOTIPE SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA KERUSAKAN MESIN TURBOPROP CT7-9C



PROTOTIPE SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA KERUSAKAN MESIN TURBOPROP CT7-9C

Master Theses from JBPTITBPP / 2012-06-19 11:55:06
Oleh : Wahyudi (NIM : 233 94 020), S2 - Instrumentation and Control
Dibuat : 1997-04-00, dengan 7 file

Pada penelitian ini dikembangkan prototipe sistem pakar untuk diagnosa kerusakan mesin turboprop CT7-9C. Penelitian dilakukan di Universal Maintenance Center PT. IPTN. Mesin turboprop CT7-9C biasa digunakan sebagai tenaga pendorong pesawat jenis komuter seperti CN235-100. Diagnosa kerusakan mesin turboprop CT7-9C terdiri dari dua jenis pengujian yaitu pengujian fungsionil (fuctional test) dan pengujian kinerja (performance test). Pengujian mesin ini bertujuan agar mesin dapat beroperasi sebagaimana mestinya dan dalam kondisi man, artinya mesin dapat menghasilkan daya yang dikehendaki dengan suhu masukan turbin daya (T45) yang diperbolehkan. Pengujian fungsionil terdiri dari 13 bagian kasus pengujian yang akan didiagnosa, sedang pengujian kinerja memerlukan 11 data mesin yang selanjutnya dipergunakan untuk mengetahui apakah terjadi kerusakan pada bagian kompresor, bagian panas, dan bagian turbin daya. Diagnosa kerusakan akan berakhir jika mesin sudah dalam kondisi baik, yaitu jika T45 margin diatas 30 derajat C atau untuk pekerjaan kecil (minor work scope) adalah antara 20 derajat C sampai dengan 30 derajat C .



Implementasi program menggunakan perangkat pengembangan sistem pakar INSIGHT 2+. Sistem pakar yang dikembangan terdiri dari 357 kaidah produksi dan 975 fakta. Pengujian kinerja dilakukan dengan menentukan letak kesebelas data mesin terhadap 12 grafik acuan yang telah ditentukan oleh pakar. Posisi data mesin terhadap grafik juga digunakan sebagai nilai keyakinan (confidence factor) dari kesimpulan yang ditemukan. Untuk mengatasi keterbatasan memori yang disediakan INSIGHT 2+, maka dalam pembuatan program, sistem pakar ini dibagi menjadi dua bagian yaitu ujiutama.prl dan kinerja.prl yang dengan sharedchain, kinerja.prl dapat digabung ke dalam ujiutama.prl.



Penelitian ini bertujuan untuk membantu para teknisi dalam melakukan tugas perawatan mesin turboprop CT7-9C di UMC PT. IPTN Bandung, terutama untuk efisiensi kerja, keterbatasan pakar yang ada, dan mengurangi kemungkinan kesalahan manusia (human error) dalam proses pendiagnosaan. Sistem pakar ini dibuat terbuka sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penambahan keahlian pars pakar. Untuk pengembangan lebih lanjut disarankan untuk menggabung file program pada test cell ke dalam sistem pakar ini, sehingga pada pengujian kinerja bersifat on-line dimana teknisi tidak perlu memasukkan data secara manual.

DESIGN OF UNWINDER OF PLASTIC EXTRUSION- LAMINATION MACHINE



DESIGN OF UNWINDER OF PLASTIC EXTRUSION- LAMINATION MACHINE

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-04-29 10:42:49
Oleh : ANGGA WIRANATA (NIM : 13106027); Pembimbing : Ir. Ignatius Pulung Nurprasetio, MSME; Eka Febrian Sutanto, ST, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file

Mesin ekstrusi laminasi plastik merupakan mesin untuk menggabungkan beberapa lembaran plastik menjadi satu. Proses penggabungannya akan dibantu dengan plastik cair panas yang berfungsi sebagai perekat antara dua lapisan plastik. Mesin ekstrusi laminasi terdiri atas 4 (empat) bagian, yaitu unwinder, extruder, laminator, dan rewinder. Proses perancangan mesin ekstrusi laminasi ini dikerjakan oleh 4 (empat) orang dengan bantuan PT. Norita Flexindo sebagai perusahaan pengepakan yang hendak mengembangkan mesin ekstrusi laminasi. Bagian yang menjadi topik tugas sarjana ini adalah unwinder. Unwinder terletak di bagian awal mesin ekstrusi laminasi dan berfungsi untuk mengulur plastik dari gulungannya.

Beberapa kriteria yang diinginkan dari desain unwinder adalah mampu memuat gulungan plastik dengan diameter 1200 mm, lebar air shaft 1300 mm, memiliki 2 buah air shaft, dan menggunakan mekanisme turret. Dari berbagai kriteria tersebut, dibuatlah rancangan konstruksi mesin, yang dilengkapi analisis dengan menghitung gaya-gaya yang dialami komponen unwinder, pemilihan bantalan, perhitungan umur bantalan, pemilihan motor, dan pemilihan transmisi. Konstruksi mesin selanjutnya disusun menjadi gambar teknik lengkap dan rancangan proses manufaktur. Mengingat keterbatasan biaya, tempat, dan teknisi, rancangan unwinder ini tidak dilanjutkan hingga tahap pembuatan prototipe.

Sebagai rangkuman, di tugas sarjana ini telah berhasil diselesaikan rancangan konstruksi mesin, analisis, gambar teknik, dan rancangan proses manufaktur. Dengan demikian, jika PT. Norita Flexindo hendak membuat mesin ekstrusi laminasi plastik khususnya bagian unwinder, tugas sarjana ini dapat memberikan berbagai informasi yang diperlukan agar proses manufaktur berjalan lancar dan cepat.