MODIFIKASI RUDDER DAN SHAFT
PROPELLER SISTEM CROSS JOINT MENGGUNAKAN PENGGERAK MEKANIK UNTUK KAPAL NELAYAN
NUGROHO, WIDI
KUNCORO, SULISTYO ADITYA
NUGROHO, WIDI
KUNCORO, SULISTYO ADITYA
Pada saat ini kebanyakan kapal
nelayan menggunakan sistem propeller beserta mesin yang di miringkan ketika
berlabuh di pantai. Kendala pada sistem ini adalah faktor efisiensi waktu dan
tenaga. Sehingga para nelayan perlu suatu sistem baru untuk mempermudah
operasinal kapal mereka. Berdasarkan permasalahan tersebut kami membuat suatu
sistem baru. Sistem ini nantinya mampu membantu kapal nelayan untuk sandar di
pantai tanpa memiringkan mesin beserta shaft nya. Sistem ini di hitung dengan
menggunakan rumus dari mekanika teknik dasar.
Sebab sistem ini menggunakan penggerak mekanik
manual yang di operasikan memanfaatkan tenaga langsung dari manusia. Analisa
yang kami buat andalah sistem cross joint. Sistem ini dapat mengangkat shaft
propeller dan rudder ketika sandar di pantai. Sehingga nantinya rudder dan
shaft propeller bergerak moveable sesuai dengan kondisi operasional kapal.
Perencanaan diameter shaft propeller adalah 55 mm untuk menentukan jenis baja
karbon sesuai dengan standart JIS (Japanese International Standart).
Kemudian daya dorong diperoleh dengan
perhitungan Schoenherr tentang Resistance, Propulsion and Stearing of Ship.
Dari perhitngan tersebut dapat ditentukan tahanan dan gaya torsi dari penegar.
Dari gaya torsi dapat ditentukan modulus untuk mencari diameter penegar dan
penegar yang didapat dari perhitungan adalah 4 cm. Penegar tersebut digerakkan
oleh gear dan pinyon. Jika sebuah gear mampu maenaikkan penegar 3 mm dengan
satu kali putaran maka diperlukan 166 putaran untuk menaikkan penegar sejauh 50
cm. Jika 1 kali putaran membutuhkan waktu 1 detik maka dibutuhkan waktu 3 menit
agar penegar tersebut naik sejauh 50 cm. Gaya yang dibutuhkan untuk menaikkan
penegar tersebut 116,17 N.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar