TRANSLATE

Senin, 06 Oktober 2014

Perencanaan Semi-Free Piston Diesel Engine Tipe Dua Langkah Berpiston Ganda Berlawanan Arah



Perencanaan Semi-Free Piston Diesel Engine Tipe Dua Langkah Berpiston Ganda Berlawanan Arah

Andre Dwi Putra Barus1*, Aguk Zuhdi M F2, I Made Ariana3Jurusan Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111

Penggunaan mesin konvensional dalam hal ini mesin-mesin yang menghasilkan gerakan rotasi cukup banyak digunakan sebagai penggerak alat transportasi maupun alat pendukung di industri. Penggunaan mesin jenis ini tidak terlepas karena belum adanya jenis mesin lain yang dapat menghasilkan effisiensi yang lebih baik secara keseluruhan.
Namun dari beberapa aspek, mesin jenis tersebut masih memiliki sedikit kekurangan dari segi gesekan serta tenaga yang dihasilkan. Hal tersebut dikarenakan sepertiga dari kerugian gesekan diakibatkan karena adanya bagian yang bergesek seperti crankshaft
dan bearing. (Nandkumar, 1998) Pada saat ini jenis linear engine merupakan inovasi
yang dapat mengurangi masalah diatas dengan cara memanfaatkan gerakan linear
tanpa harus menghubungkannya dengan crankshaft.

Dengan semakin ringkasnya sistem yang digunakan akan menghasilkan effisiensi yang lebih baik dari pada mesin konvensional. Semakin ringkas komponen dari linear enginejuga akan berpengaruh pada biaya pembuatan dan juga akan semakin memudahkan dalam perawatannya. Dalam perkembangannya linear engine juga memiliki beberapa jenis seperti free piston linear engine yang menggunakan satu/single piston dan free piston linear engineyang dua/dual piston. Dikatakan free pistonkarena hubungan antara cylinder linerdengan piston yang bergerak secara bebas.

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, ditemukan sedikit kekurangan pada proses kerja free piston linear engineyakni adanya gerakan pistonyang free/bebas terhadap cylinder liner, gerakan tersebut diperkirakan akan menghasilkan moment angular akibat adanya gesekan antara ring piston dengan cylinder liner. Moment angular tersebut akan menyebabkan inlet maupun outlet dari scavenging akan terbuka dan tertutup secara tidak sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar